Modus Dibalik Perintah Mengetikan 'Sesuatu' Pada Status Facebook

Setelah beberapa waktu lalu Facebook sempat diperbincangkan dalam berbagai pemberitaan di Tanah Air sebab beredar kabar yang mengatakan tentang kemungkinan terjadinya "penendangan" Facebook oleh Menkominfo apabila tidak mengikuti aturan main yang telah ditetapkan pemerintah.

Ancaman yang diberikan Bapak Menteri kepada pihak Facebook ini disertai dengan alasan maraknya akun pada platform ini yang berisi doktrin radikalisme. 

Belum jelas kelanjutan kabar tersebut setidaknya hingga tulisan ini diterbitkan, dan beberapa hari belakangan muncul sebuah kehebohan baru terkait dengan layanan ini khususnya bagi pengguna Indonesia yang secara beramai-ramai mengetikkan hashtag  atau berkomentar pada status dengan video dimana menampilkan objek seperti ular, semut atau cicak yang berjalan dilayar smartphone apabila mengetikan kata kata tertentu.

Modus Dibalik Perintah Mengetikan 'Sesuatu' Pada Status Facebook

Jelas saja, secara auto-pilot status tentang hal tersebut kebanjiran like, share dan komentar sesuai dengan apa yang diinstruksikan.

Dari sekian banyak akun yang "berpartisipasi" tersebut dipastikan keseluruhannya tidak melihat apapun dilayar telepon pintarnya sebab itu hanyalah tipuan demi meraih popularitas semata.

Sebenarnya bukan pertama kali hal seperti ini terjadi, jika dilihat kebelakang sudah sangat menjamur modus modus serupa seperti perintah mengetikkan angka atau kata tertentu jika ingin melihat sesuatu terjadi terhadap konten berupa gambar atau video yang dibagikan.

Coba saja perhatikan akun ataupun fanspage yang digunakan untuk modus tersebut, sudah pasti memiliki jumlah fans (like) yang tinggi. 

Bahkan beberapa diantaranya juga ditemukan mengangkat konten bernuansa religi dengan caption bersifat perintah seperti meminta untuk memberikan like, membagikannya dan mengetikan "Amin" dengan embel-embel jaminan masuk surga, edan!


Baca: Blog Sebagai Media Menghasilkan Uang Dari Internet



Harusnya pengguna sosial media sedapat mungkin lebih berhati-hati dalam menanggapi modus sejenis ini, karena berdasarkan informasi dan rumor yang beredar terkait hal ini mengatakan bahwa "jempol" atau jumlah like dan banyaknya pengikut akan bernilai tinggi karena dapat diperjual-belikan baik itu untuk kepentingan periklanan, survey atau hal lain.

Dengan kata lain, status yang bermuatan konten tidak logis seperti itu adalah bentuk penipuan. Penggiatnya juga terkadang tidak bekerja sendiri melainkan terdiri atas beberapa orang bahkan komunitas, dimana membantu mem-viralkan dan ikut menanggapi status tersebut sampai akhirnya mampu menjangkau target secara signifikan.

Jika memang penasaran dengan hewan seperti ular yang berjalan pada layar smartphone tersebut, sebenarnya itu hanyalah aplikasi android yang sudah diinstal pelaku. 

Untuk meminimalisir scam jenis ini agar tidak terjadi kembali, lebih baik abaikan saja dengan tidak memberikan tanggapan apapun seperti berkomentar untuk membuka rahasia-nya kepada korban karena semakin kebanjiran komentar maka akan menjadi semakin viral dan meningkatkan visibilitasnya yang pada akhirnya justru membantu mendongkrak kebohongan tersebut.
SHARE

1 komentar:

  1. terimakasih infonya, ijin share gan..
    jangan lupa kunjungi link kami di https://goo.gl/TrGbpz

    ReplyDelete